Sabtu, 16 Januari 2010

Kenapa dia, mereka, bukan aku??

Aku audrey. Audrey c tampang jutek, itu kata orang-orang sekitar yang sebetulnya mereka belum kenal aku secara dekat. Aku ini pintar tapi belum tergolong cerdas. Bukan sombong atau apa, tapi mereka yang disekitar aku pun mengakui itu. Aku punya banyak teman, beberapa sahabat yang tentunya hanya aku percayai, pelanggan setia terhadap produk bisnis ku, dan orang-orang yang sayang aku.

Kalian pasti berpikir negatif tentang aku saat membaca perkenalan aku diatas tadi. Kalian pasti berpikir, aku ini orang yang sombong, egois, berambisius tinggi untuk mendapat sesuatu, keras kepala, emosional. Tapi taukah kalian?? Aku ini hanya seorang gadis pemalu, penakut, pemaaf dan minder. Terkadang aku juga gampang emosi jika ada sesuatu yang ga enak dihati. Pasti kalian bingung, kenapa dengan aku seperti ini, aku bisa punya banyak teman, sahabat, pelanggan dan orang-orang yang sayang sama aku!!???



Aku ini memang pemalu. Pemalu untuk memulai perkenalan dengan orang lain. Jika sudah kenal, aku ini bisa langsung diajak ngobrol asyik kok! Aku ini pemalu untuk bisa marah, kesel, bete terhadap seseorang atau apapun. Aku ini gadis yang punya rasa ga enak hati yang sangat tinggi terhadap siapapun dan apapun meski itu membuat diriku sakit. Aku ini pemalu untuk memulai sesuatu yang baru. Harus ada yang mulai dan membantuku dulu, baru aku bisa berani maju bisa dikatakan penakut untuk mencoba hal-hal baru, padahal aku belum tentu hal-hal yang aku takutkan itu terjadi.

Aku ini gadis yang punya rasa pemaaf yang tinggi. Sebesar apapun kesalahan seseorang terhadapku, walaupun bisa bikin aku sakit seumur hidup, aku pasti akan memaafkan. Ya, tetap dengan rasa ga enak hati yang aku punya, bahwa dia/mereka adalah orang yang aku sayang.

Aku suka minder jika sudah berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kelebihan tertentu dibanding aku. Padahal aku tau, aku mempunyai kelebihan lain yang mereka tidak punya. Entah kenapa aku suka seperti itu, tidak percaya diri dengan apa yang aku miliki dan itu membuat aku suka merendah. Untungnya mereka yang disekitar aku tau, aku bisa. Mereka selalu support.

Mereka... Kenapa mereka bisa dekat denganku ya?? Apa karena aku pintar, pemaaf, gampang diajak kerjasama, ga tegaan?? Entahlah... Terkadang aku suka sakit dan menggerutu sendiri jika dia, mereka lebih beruntung dari aku. Ya, aku menyebutnya keberuntungan karena aku tau kemampuan mereka masih ada dibawah aku. Dalam nilai, aku masih lebih besar dibanding mereka, semangat belajarku lebih tinggi dari mereka. Tapi kenapa, terkadang aku yang mengajari mereka beberapa pelajaran yang sulit, justru mereka yang lebih baik nilainya daripada aku??? Mengenai pekerjaan, aku yang merekomendasikan mereka dan tentu aku ikut masuk tapi kenapa dia, mereka yang diterima??? Aku yang sibuk cari informasi kesana-kesini tapi lagi-lagi kenapa dia, mereka yang beruntung dan dapat pengalaman lebih?? Kenapa bukan aku???

Apa karena aku hanya dewi penolong dan keberuntungan mereka?? Tapi kenapa aku selalu tidak dapat seperti dia, tidak dapat seperti mereka??? Apa yang salah pada diriku??? Belajar, bekerja, sedekah, solat, doa udah rutin dan menjadi kewajibanku. Lalu apa?? Sampe saat ini pun aku tidak tau jawabannya...



Cerita diatas itu merupakan kisah nyata. Yuk, bantu Audrey dalam masalahnya itu! Bantu menata hatinya kembali agar tidak patah semangat dalam segala hal apapun yang terjadi dalam hidupnya. Saya mengajak pembaca untuk ikut membantu Audrey. Bisa berupa saran, kritik mungkin, dan bagi pengalaman kamu kepada Audrey dan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalahnya. :)

2 komentar:

Thesa Adi mengatakan...

sabar... yang kita pikir baik untuk kita, belum tentu benar2 baik untuk kita... Allah maha mengetahui, Allah maha adil... yang terbaik pasti akan diberikan pada umat-Nya... ;)

PinkDisini mengatakan...

Sabar...
Manusia memang diciptakan untuk bersabar dengan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya. :)